
Penemu, penulis, dan pembuat peta pertama tentang
KENDARI adalah Vosmaer
(berkebangsaan belanda) tahun 1831. Pada tanggal 9 mei 1832, vosmaer membangun
istana raja suku tolaki bernama TEBAU di sekitar pelabuhan kendari. Dan setiap
tanggal 9 mei pada waktu itu, sekarang di rayakan sebagai hari jadi kota
Kendari.
Pada zaman colonial
belanda, kendari adalah ibukota kewedanan dan ibukota onder afdeling laiwoi. Kota kendari pertama kali
tumbuh sebagai ibukota kecamatan dan selanjutnya berkembang menjadi ibukota
kabupaten daerah tingkat II berdasarkan Undang-Undang No. 29 tahun 1959, dengan
perkembangannya sebagai daerah permukiman, pusat perdagangan dan pelabuhan laut
antar pulau. Luas kota pada saat itu kurang lebih 31.400 km2.
Dengan terbitnya PERPU no.2 tahun 1964 Jo.
Undang-undang no.13 tahun 1964, kota kendari ditetapkan sebagai ibukota
provinsi Sulawesi tenggara yang terdiri dari 2 wilayah kecamatan, yakni :
kecamatan kendari, dan kecamatan mandonga. Dengan luas wilayah kurang lebih
75,76 km2.
Berdasarkan peraturan pemerintah, no.19 tahun 1978,
kendari menjadi kota administrative yang meliputi 3 wilayah kecamatan kendari,
mandonga, dan poasia. Dengan 26 kelurahan dan luas wilayah kurang lebih 18.790
Ha. Mengingat pertumbuhan dan perkembangan kota kendari, maka dengan keluarnya
undang-undang no. 6 tahun 1995 kota kendari ditetapkan menjadi kota madya
daerah tingkat II kendari, dengan luas wilayah mengalami perubahan menjadi
295,89 km2.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking